Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 24 September 2012

Air Terjun Sendang Gile

Air Terjun Sendang Gile merupakan salah satu obyek wisata wajib saat Anda menapakkan kaki di Daerah Lombok. Dengan ketinggian sekitar 40 meter, Anda bisa merasakan langsung air segar nan bersih khas pegunungan.


Sangat cocok untuk Anda yang ingin menghilangkan penat maupun dan beralih dari rutinitas yang membosankan dengan menikmati jatuhnya air pegunungan ini. Aliran air terjun ini muncul dari atas tebing dan jatuh ke sungai yang ada di bawahnya. Tarif masuk yang dipatok tempat wisata ini pun tidak mahal. Hanya dengan Rp 5.ooo saja, sajian alam yang tak ternilai bisa Anda nikmati sepuasnya.

Air Terjun Sendang Gile berada di Desa Senaru, Kecamatan Bayan. Tepatnya di kaki Gunung Rinjani, jaraknya sekitar 60 kilometer dari Kota Mataram. Dikelilingi hutan lebat tipikal iklim tropis Indonesia dan menjadi rumah bagi ratusan ekor monyet yang menghuni kawasan ini.

Untuk menuju lokasi di mana Air Terjun Sendang Gile berada, terlebih dahulu Anda harus berjalan kaki menuruni sebuah lembah melalui ratusan anak tangga yang tersedia. Saat menuruni anak tangga tersebut, dibutuhkan waktu sekitar 10 sampai dengan 15 menit sebelum tiba di lokasi ini.

Selasa, 11 September 2012

Ini Ayer, Bukan Anyer..!!


Sekilas namanya memang mirip dengan nama pantai di Provinsi Banten tersebut, namun jelas berbeda dengan Pulau Ayer yang dimaksud. Satu hal yang serupa adalah keduanya memiliki pesona alam yang tersaji dengan indahnya.

Mulai dari jogging track sampai dengan jet ski, bisa Anda temukan di pulau ini. Jalur khusus untuk berkeliling di pulau ini disediakan sebagai pelengkap kenyamanan bagi para pengunjung. Kendati bernama jogging track, bagi Anda yang suka bersepeda juga diperkenankan untuk melalui jalur ini. Tentunya dengan kecepatan yang wajar. Harga sewa sepeda yang harus Anda bayar untuk berkeliling dengan menikmati pulau sebesar Rp 50.000 per hari.

Tak lengkap jika berkunjung ke sebuah pulau tanpa olahraga air. Ya, di Pulau Ayer ini terdapat fasilitas jet ski, banana boat, surf bike atau canoe. Anda dapat melihat lebih dekat Pulau Bidadari dan Pulau Untung Jawa yang berada dekat dengan Ayer.

Lalu bagaimana soal penginapannya? Jangan khawatir, Anda akan menemukan penginapan yang unik dan berbeda. Penginapan ini menjadi salah satu ciri khas di Pulau Ayer. Namanya floating cottage atau penginapan apung. Penginapan yang menjadi favorit pengunjung ini berada tepat tiga meter di atas air. 


Pemandangan sunset maupun sunrise bisa dengan mudah Anda dapatkan di sini. Tak hanya itu, kegiatan memancing juga menjadi satu hal yang menyenangkan dilakukan dari teras penginapan ini.

Selain itu, di Pulau Ayer ini juga terdapat bungalow yang pernah menjadi saksi sejarah Indonesia, yaitu Cendrawasih 4. Pasalnya, di tempat inilah Presiden Soekarno sering menginap bersama keluarganya atau dengan tamu-tamunya dari luar negeri. Di depan bungalow ini juga terdapat sebuah helipad. Bahkan konon, di tempat inilah, sang proklamator membuat surat perintah pembebasan Irian Barat dibuat. Wow!!



Senin, 27 Agustus 2012

Ma’nene, Ritual Ganti Pakaian Leluhur

Salah satu jenasah yang sudah diganti pakaiannya. (foto: merdeka.com)
Indonesia merupakan bangsa yang sangat kaya akan budaya dan tradisi. Tidak sedikit diantara budaya maupun tradisinya yang unik, ektrim dan bahkan berbau magis. Salah satu yang mungkin perpaduan dari ketiganya adalah Ma’nene di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Ma’nene merupakan ritual adat yang dilakukan masyarakat Baruppu di pedalaman Toraja Utara yaitu dengan mengganti pakaian yang ada pada jasad leluhur mereka setiap tiga tahun sekali. Prosesi ini diyakini oleh masyarakat sebagai rasa hormat mereka terhadap leluhur semasa hidupnya. Arwah leluhur ini dipercaya masih tetap ada untuk memberikan kebaikan kepada mereka yang ditinggalkan.

Jasad yang sebelumnya sudah diawetkan saat orang tersebut meninggal dunia, dikeluarkan dari petinya. Kemudian diganti dengan pakaian lengkap yang baru setelah sebelumnya dibersihkan dari debu terlebih dahulu dengan menggunakan kuas.
Ritual Ma'nene sudah berusia ratusan tahun. (foto: thejakartaglobe.com)
Ritual Ma’nene berawal sejak ratusan tahun yang lalu. Berdasarkan sejarah, kala itu terdapat seorang pemburu bernama Pong Rumasek yang menemukan sesosok jasad manusia yang menjadi tulang belulang dengan kondisi memprihatinkan. Kemudian Pong membawa jasad tersebut, membersihkannya, diberikan pakaian yang layak, dan selanjutnya mengebumikannya di tempat yang aman.

Tak lama kemudian Pong melanjutkan kegiatan berburunya dan mendapatkan berkah dengan mudahnya mendapatkan binatang buruannya. Tidak hanya itu, tanaman yang ia tinggalkan selama berburu pun panen lebih cepat dengan hasil yang melimpah.

Sejak kejadian itu, Pong Rumasek kerap bertemu dengan arwah dari jasad yang pernah dirawatnya dan akhirnya mengamanahkan kepada penduduk Baruppu tetap memuliakan jasad rang yang sudah meninggal. Meskipun sudah berupa tulang belulang.

Senin, 30 Juli 2012

Metatah, Potong Gigi untuk Menghilangkan Sifat Buruk

Prosesi Metatah pada seorang perempuan Bali (dok: IST)

Berbicara soal tradisi unik di Indonesia, nah ini,  ada salah satu upacara di Bali yang terbilang cukup unik namanya Upacara Metatah. Upacara ini merupakan salah satu ritual yang terpenting bagi setiap individu orang Bali yang menganut agama Hindu Bali. Pasalnya, upacara Metatah menandai satu babak hidup memasuki usia dewasa. 

Namanya juga upacara sebagai pertanda akil balig jadi dalam upacara ini hanya boleh diikuti oleh orang dewasa.  Para peserta  akan mendapatkan pahatan dan gosokan kikir di giginya. Dimana enam buah taring yang ada di deretan gigi atas dikikir atau ratakan. Enam buah taring tersebut merupakan perwujudan dari enam sifat buruk manusia yang harus dihilangkan. Upacara ini merupakan satu kewajiban, adat istiadat dan kebudayaan yang masih terus dilakukan oleh umat Hindu di Bali secara turun temurun sampai saat ini.

Keenam sifat buruk dalam diri manusia atau disebut juga sad ripu yang harus dibersihkan itu meliputi; Kama yang berarti hawa nafsu yang tidak terkendalikan, Loba, yaitu ketamakan, ingin selalu mendapatkan yang lebih. Ketiga adalah Krodha, yaitu marah yang melampaui batas dan tidak terkendalikan. Kemudian Mada, kemabukan yang membawa kegelapan pikiran. Kelima Moha, yakni kebingungan atau kurang mampu berkonsentrasi sehingga akibatnya individu tidak dapat menyelesaikan tugas dengan sempurna. Dan yang terakhir adalah Matsarya, yaitu iri hati ataupun dengki yang menyebabkan permusuhan.

Minggu, 22 Juli 2012

Makan "Ganjel Rel"



Roti Ganjel Rel


Tenang saja, Anda jangan berpikir kalau ini merupakan pengganjel (bantalan) rel sesungguhnya. Makanan ini sebenarnya hanyalah sebuah roti berwarna coklat dan diberi taburan wijen di atasnya. Lalu bagaimana dengan rasanya? Meski namanya lumayan ekstrim rasanya manis dan legit. Roti ini teksturnya ulet dan padat dipadu dengan aroma coklat dan kayu manis yang cukup berasa di lidah. Cocok sebagai pendamping minum teh atau kopi pada pagi maupun sore hari.

Makanan ini sangat populer dan khas dari Kota Semarang pada masa lalu ini, bentuknya juga serupa dengan roti gambang yang banyak kita temukan di Jakarta. Ukurannya yang cukup besar inilah yang menjadi alasan mengapa roti ini dinamakan demikian. Jika ditelisik dari sejarahnya, roti ini merupakan salah satu resep peninggalan Belanda. Resep yang digunakan dari dulu sampai sekarang tidak ada perubahan, masih asli dari jaman dulu.

Ganjel rel juga merupakan bagian tradisi warga Semarang saat memasuki bulan puasa sejak dulu. Di mana warga akan dibagikan roti ganjel dan air khataman Al-Quran sebagai tanda saat awal bulan Ramadan. Warga bahkan rela berdesakkan, karena dengan mendapatkan roti ganjel rel dan air khataman tersebut dipercaya mampu memperkuat diri ketika menjalankan ibadah puasa.



Bantalan (jenis kayu) Rel Kereta Api