Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 31 Januari 2013

Pantai Pink Lombok


Selain di Pantai Pink yang ada di Flores, Lombok juga mempunyai pantai yang mirip dengan pantai yang ada di pulau itu. Nama pantainya pun sama yaitu bernama Pantai Pink. Namun pantai di Lombok ini dikenal juga dengan nama Pantai Tangsi. Yang paling menarik dari pantai Tangsi atau yang disebut pantai pink adalah pasirnya yang bernama kemerahan. 
Sumber foto: thelostraveler.wordpress.com 
Warna kemerahan ini berasal dari pecahan hewan karang yang bernama Homtrema Rubrum. Hewan yang berwarna merah menyala ini banyak terdapat di bawah laut pantai Tangsi. Dari kejauhan kontras warna pantai yang merah dan perairan yang membiru adalah paduan yang harmonis. Perahu nelayan yang kadang hilir mudik turut memberikan warna pada photo hunting Anda kali ini.

Masjid Pintu Seribu Tangerang


Jika Anda wara-wiri ke Tangerang jangan lupa mampir ke Masjid Agung Nurul Yaqin atau sebagai Masjid Pintu Seribu yang terletak di RT 01/03 Kampung Bayur kelurahan Periuk Jaya kecamatan Jati Uwung, Kota Tangerang.  Masjid ini cukup unik dan berbeda dengan masjid-masjid lainnya di Indonesia karena  arsitektur bercorak Baroque, Maya, dan Aztec. Tak hanya itu masjid ini pun  memiliki banyak sekali pintu namun tidak memiliki kubah besar sebagaimana masjid pada umumnya.

Masjid Seribu Pintu yang berdiri di atas tanah seluas 1 hektar ini didirikan sekitar tahun 1977. Dibangun oleh seorang penyebar Islam kelahiran Arab bernama Al Fakir (Mahdi Hasan al Qudratillah al Muqodam. Al Faqir adalah salah satu santri dari Syekh Hami Abas Rawa Bokor yang memulai pembangunan masjid itu dengan membuat Majelis Ta’lim terlebih dahulu di daerah tersebut. Untuk menghormatinya, warga kampung memberinya gelar Mahdi Hasan al Qudratillah al Muqodam.

Senin, 01 Oktober 2012

Jalan-jalan ke Waduk Widas

foto: lawupost.net
Berbicara waduk di Indonesia, mungkin sebagian dari kita akan mengatakan Waduk Jatiluhur. Waduk yang berada di Wilayah Purwakarta, Jawa Barat tersebut memang sangat terkenal. Namun bagaimana dengan Waduk Widas? Anda mungkin bertanya-tanya dimanakah lokasi waduk tersebut?

Waduk Widas terdapat di Jawa Timur, terpatnya sekitar 40 kilometer dari Kota Madiun. Waduk yang juga berfungsi sebagai Pembangkit Tenaga Listrik Air (PLTA) ini biasa disebut Waduk Bening. Tempat ini merupakan lokasi favorit untuk Anda yang memiliki hobi memancing, sambil ditemani dengan pemandangan alam di sekitar waduk dan juga panorama Gunung Wilis yang mempesona. Anda akan menemukan berbagai jenis ikan air tawar seperti nila, wader, dan mujair. Jika beruntung, bisa juga mendapatkan ikan gabus atau dorang.

Tidka hanya itu, fasilitas yang dimiliki tempat ini antara lain berupa wisata air, taman main anak, arena outbound, beberapa speed boat. Selain itu, ada juga loco trip yang tersedia di dalam hutan. Untuk tempat penginapan dan rumah makan, waduk yang memiliki luas sekitar 860 km² ini juga disediakan oleh pihak pengelola.  

Untuk menuju lokasinya pun bukanlah hal yang sulit. Pasalnya, akses jalan menuju tempat ini sangat memadai. Anda bisa menggunakan berbagai jenis kendaraan untuk menuju waduk ini. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat sekalipun. Pengelolaan bendungan ini berada dalam naungan Perum Jasa Tirta.
foto: 2.bp.blogspot.com


Selasa, 25 September 2012

Api Alam di Mojokerto


Di Wilayah Mojokerto menyimpan sebuah keajaiban alam yaitu Api Alam Bekucuk. Salah satu keajaiban dari api tersebut adalah dapat menyembur hingga ketinggian tujuh meter. Selain itu, api yang menjadi daya tarik wisatawan ini juga menyatu dengan air.

Sebenarnya api ini berasal dari dalam sumur yang mengeluarkan  gas alam. Konon, menurut cerita para sepuh di daerah tempat api ini berada, tepatnya di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, air dari sumur tersebut berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Pada jaman Majapahit dahulu, tempat ini adalah lokasi pembuatan keris dan perangkat-perangkat penunjang kerajaan.

Kini, titik api di desa tersebut mulai bermunculan. Tidak hanya di satu lokasi saja, namun juga hingga muncul di beberapa pekarangan rumah warga Desa Tempuran. Apabila Anda berminat menuju tempat ini, aksesnya cukup mudah. Mengingat jaraknya yang hanya sekitar tiga kilometer dari Kota Mojokerto, kondisi jalannya pun cukup baik untuk dilalui dengan kendaraan bermotor.