Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 19 Februari 2013

Patung Buddha Raksasa di 3 Kota Indonesia


Ingin melihat patung Budha dengan ukuran raksasa? Kalau ingin maka cara cukup datangi saja kota-kota di bawah ini. Tak kurang di empat kota di Indonesia mempunyai patung Budha dengan posisi tidur, bisa dikatakan istimewa karena tidak semua negara di dunia ini memiliki patung Budha dengan ukuran raksasa.

Patung Buddha Mojokerto
Konon patung Budha yang ada di Kota Mojokerto adalah yang terbesar se-indonesia dan terbesar ketiga di dunia setelah patung serupa di Thailand dan Nepal. Patung ini berada di berada di Vihara Majapahit, Jl Candi Brahu Gang I, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Ukurannya cukup besar, dengan warnanya yang  keemasan patung ini memiliki panjang 22 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4,5 meter. Patung Buddha tidur merupakan patung yang menggambarkan Buddha telah berada pada tingkatan tertinggi, yaitu mencapai nirwana. Pada patung, terlihat Buddha menopang kepalanya dengan tangan tangan yang menandakan peristirahatan. Tangan kanan disamping tubuh juga menggambarkan Buddha telah mencapai nirwana.

Kampoeng Wisata Taman Lele


Di Kota Semarang, Jawa Tengah terdapat sebuah tempat wisata yang bernama Kampoeng Wisata Taman Lele. Jika dilihat dari namanya, mungkin kita akan mengira bahwa hanya taman biasa dengan kolam berisi ikan lele saja di tempat ini. Secara historis, kampoeng wisata yang ditemukan sejak tahun 1932 ini sudah menjadi daya tarik masyarakat karena memiliki ikan lele yang jumlahnya mencapai ribuan. Selain itu, ditemukannya mata air yang dianggap keramat oleh sebagian masyarakat Semarang membuat taman lele banyak dikunjungi. Hingga kini, masih terdapat pengunjung  yang berendam di mata air tersebut lantaran dianggap memiliki tuah. 

Meskipun namanya “kampoeng”, namun jangan salah, taman yang berada di Jalan Walisongo ini, memiliki fasilitas yang terbilang lengkap untuk kategori wisata keluarga. Berdiri di atas lahan seluas 22.173 meter², Anda bisa menikmati kebun binatang mini, taman bermain anak, danau buatan, kolam renang, hotel tempat menginap, serta akses wi-fi. 
Sumber Foto:www.pamboedifiles.blogspot.com 
Di depan lokasi obyek wisata ini, Anda akan disambut dengan sebuah gapura bertuliskan “Kampoeng Wisata” dan juga barisan pohon besar. Setelah masuk, Anda dan keluarga bisa langsung menikmati fasilitas dan keindahan yang ada atau hanya sekadar duduk-duduk santai.

Paris ala Kota-kota di Indonesia


Bukanlah rahasia kalau keindahan Indonesia mampu mempesona jutaan manusia. Tak hanya di dalam negeri saja, popularitas keindahan bumi nusantara juga tak luput dari mata dunia. Begitu mempesonanya, sampai-sampai banyak kalangan yang menyamakan beberapa kota di Indonesia dengan nama-nama kota di negara lain. Salah satu kota indah dunia yang sering disebut-sebut sebagai perbandingan adalah Paris. Keindahan Paris yang mendunia itu, ternyata “tercermin dan tersimpan” di balik beberapa kota Indonesia. Sebuah kota dunia nan indah dengan cita rasa Indonesia. Sebuah kota dunia ala Indonesia. Inilah Paris ala Indonesia. 

Lalu muncul satu pertanyaan besar. Sampai begitu hebatkah kota Paris yang merupakan ibukota Perancis itu sampai-sampai beberapa kota di Indonesia disejajarkan dengan kota yang kini menjadi salah satu pusat bisnis dan budaya terdepan di dunia itu?. Apabila dilihat, memang hal tersebut benar adanya. Tata letak kota yang begitu menawan, disandingkan dengan bangunan bersejarah yang masih kokoh bediri, dan dilengkapi juga dengan taman asri yang cantik di penjuru kota, membuat Paris bercokol di atap untuk urusan yang satu ini. 

Untuk itu, mari kita lihat kota-kota di Indonesia yang disebut-sebut mencerminkan Paris ala Indonesia. Sebenarnya apa saja alasan yang melatarbelakangi pemberian julukan atau gelar tersebut. Layak atau tidaknya, Anda sendiri yang dapat menilainya. Kendati demikian, pemberian gelar, julukan, atau apapun namanya, seharusnya membuat bangga kita sebagai penduduk Indonesia. 

Paris van Andalas (Sumatra) Bukittinggi, Sumatra Utara
Sebelumnya pernah disebut sebagai Fort de Kock. Sebuah benteng yang berdiri Kota Bukittinggi, sekaligus tempat perisirahatan bagi opsir Belanda yang bertugas di wilayah jajahannya ini.
sumber foto:ww.ulfadli.wordpress.com
Sesuai dengan namanya, kota ini terletak di daerah dataran tinggi yakni pada rangkaian Bukit Barisan yang membujur sepanjang Pulau Sumatra. Kota ini berada pada ketinggian 909–941 meter di atas permukaan laut (m dpl), dan memiliki hawa cukup sejuk dengan suhu berkisar antara 16.1–24.9 °C. Terdengar cukup aneh memang, mengingat Paris yang notabene adalah kota yang berada di 35 m dpl. Meskipun Paris juga memiliki beberapa bukit, yang tertingi adalah Montmartre pada 130 meter.

Senin, 11 Februari 2013

4 Gong Perdamaian Dunia di 4 Kota Indonesia


Seperti halnya Monumen Jenderal Sudirman yang ada di beberapa kota di Indonesia, gong perdamaian  pun demikian. Gong perdamaian tidak hanya ada di kota Ambon saja, tetapi juga ditemukan di dua kota di Indonesia yang mempunyai gong yang serupa. Dengan bentuknya yang tentu saja bundar dan berwarna keemasan, di sekeliling gong dihiasi oleh bendera dari negara-negara di seluruh dunia. Gong perdamaian itu dapat dijumpai di Ambon, Ciamis dan Yogyakarta.

1.Gong Perdamaian di Ambon
Gong ini merupakan Gong Perdamaian ke-35 di dunia yang berada di Taman Pelita, dekat di pusat Kota Ambon. Gong megah dan besar ini dibangun di kota Ambon tujuannya ingin memperbaiki citra Ambon yang dulu pernah identik dengan kerusuhan dan kekerasan.
sumber foto: www.beritadaerah.com
Taman yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 25 November 2009 ini selalu dikunjungi para pelancong atau masyarakat Ambon pada akhir pekan. Untuk bisa masuk ke wilayah gong ini, Anda cukup merogoh kocek sekitar Rp 5.000.

Gong Perdamaian Dunia memiliki diameter seluas dua meter dan berwarna keemasan. Selain dipenuhi dengan gambar bendera dari tiap negara, yang berjumlah sekitar 200 bendera, juga terdapat simbol tiap agama di dalam lingkarannya. Di tengahnya juga terdapat miniatur bumi dan bertuliskan 'Gong Perdamaian Dunia' pada bagian bawah, serta 'World Peace Gong' pada bagian atas lingkarannya.

Memadu Cinta di 3 Bukit Cinta


Ada yang sama dengan nama ke empat bukit dibawah ini yaitu, di akhir katanya terdapat kata cinta. Dari  bukit cinta di kota Atlas, Aceh, sampai ke Labuan Bajo. Namun yang menjadi pertanyaan kenapa bukit di empat tempat tersebut dinamakan bukit cinta? Sepertinya tidak ada yang tahu alias masih misteri. Atau mungkin bukit-bukit itu sering  dikunjungi oleh muda-mudi yang sedang kasmaran, makanya dinamakan bukit cinta.  Dan mungkin benar saja, secara wilayah perbukitan yang rindang ditambah pemandangan yang indah adalah tempat yang sangat menyenangkan untuk berduaan memadu kasih. 

Bukit Cinta Semarang
Bukit Cinta di Semarang ini berada di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa tengah. Letaknya berada di tepian Danau Rawa Pening dan sangat terjangkau jika Anda berada di wilayah Ambarawa, Magelang atau Semarang cukup arahkan saja kemudi anda ke wilayah Banyubiru
sumber foto:www.travel.detik.com 
Sebelum masuk Bukit Cinta Anda terlebih dahulu harus merogoh koceng yang cukup murah. Yup tak lebih dari Rp.5000 saja, Anda pun sudah bisa masuk ke wilayah Bukit Cinta.  Dari pintu masuk lebih dalam, dari kejauhan Anda dapat melihat patung naga raksasa yang terletak di bawah bukit. Jika berjalan ke dalam patung naga, Anda akan masuk ke ruangan yang menyimpan koleksi aneka reptil dan ikan yang di dalam aquarium.

Kamis, 31 Januari 2013

Pantai Pink Lombok


Selain di Pantai Pink yang ada di Flores, Lombok juga mempunyai pantai yang mirip dengan pantai yang ada di pulau itu. Nama pantainya pun sama yaitu bernama Pantai Pink. Namun pantai di Lombok ini dikenal juga dengan nama Pantai Tangsi. Yang paling menarik dari pantai Tangsi atau yang disebut pantai pink adalah pasirnya yang bernama kemerahan. 
Sumber foto: thelostraveler.wordpress.com 
Warna kemerahan ini berasal dari pecahan hewan karang yang bernama Homtrema Rubrum. Hewan yang berwarna merah menyala ini banyak terdapat di bawah laut pantai Tangsi. Dari kejauhan kontras warna pantai yang merah dan perairan yang membiru adalah paduan yang harmonis. Perahu nelayan yang kadang hilir mudik turut memberikan warna pada photo hunting Anda kali ini.

Masjid Pintu Seribu Tangerang


Jika Anda wara-wiri ke Tangerang jangan lupa mampir ke Masjid Agung Nurul Yaqin atau sebagai Masjid Pintu Seribu yang terletak di RT 01/03 Kampung Bayur kelurahan Periuk Jaya kecamatan Jati Uwung, Kota Tangerang.  Masjid ini cukup unik dan berbeda dengan masjid-masjid lainnya di Indonesia karena  arsitektur bercorak Baroque, Maya, dan Aztec. Tak hanya itu masjid ini pun  memiliki banyak sekali pintu namun tidak memiliki kubah besar sebagaimana masjid pada umumnya.

Masjid Seribu Pintu yang berdiri di atas tanah seluas 1 hektar ini didirikan sekitar tahun 1977. Dibangun oleh seorang penyebar Islam kelahiran Arab bernama Al Fakir (Mahdi Hasan al Qudratillah al Muqodam. Al Faqir adalah salah satu santri dari Syekh Hami Abas Rawa Bokor yang memulai pembangunan masjid itu dengan membuat Majelis Ta’lim terlebih dahulu di daerah tersebut. Untuk menghormatinya, warga kampung memberinya gelar Mahdi Hasan al Qudratillah al Muqodam.

Senin, 01 Oktober 2012

Jalan-jalan ke Waduk Widas

foto: lawupost.net
Berbicara waduk di Indonesia, mungkin sebagian dari kita akan mengatakan Waduk Jatiluhur. Waduk yang berada di Wilayah Purwakarta, Jawa Barat tersebut memang sangat terkenal. Namun bagaimana dengan Waduk Widas? Anda mungkin bertanya-tanya dimanakah lokasi waduk tersebut?

Waduk Widas terdapat di Jawa Timur, terpatnya sekitar 40 kilometer dari Kota Madiun. Waduk yang juga berfungsi sebagai Pembangkit Tenaga Listrik Air (PLTA) ini biasa disebut Waduk Bening. Tempat ini merupakan lokasi favorit untuk Anda yang memiliki hobi memancing, sambil ditemani dengan pemandangan alam di sekitar waduk dan juga panorama Gunung Wilis yang mempesona. Anda akan menemukan berbagai jenis ikan air tawar seperti nila, wader, dan mujair. Jika beruntung, bisa juga mendapatkan ikan gabus atau dorang.

Tidka hanya itu, fasilitas yang dimiliki tempat ini antara lain berupa wisata air, taman main anak, arena outbound, beberapa speed boat. Selain itu, ada juga loco trip yang tersedia di dalam hutan. Untuk tempat penginapan dan rumah makan, waduk yang memiliki luas sekitar 860 km² ini juga disediakan oleh pihak pengelola.  

Untuk menuju lokasinya pun bukanlah hal yang sulit. Pasalnya, akses jalan menuju tempat ini sangat memadai. Anda bisa menggunakan berbagai jenis kendaraan untuk menuju waduk ini. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat sekalipun. Pengelolaan bendungan ini berada dalam naungan Perum Jasa Tirta.
foto: 2.bp.blogspot.com


Selasa, 25 September 2012

Api Alam di Mojokerto


Di Wilayah Mojokerto menyimpan sebuah keajaiban alam yaitu Api Alam Bekucuk. Salah satu keajaiban dari api tersebut adalah dapat menyembur hingga ketinggian tujuh meter. Selain itu, api yang menjadi daya tarik wisatawan ini juga menyatu dengan air.

Sebenarnya api ini berasal dari dalam sumur yang mengeluarkan  gas alam. Konon, menurut cerita para sepuh di daerah tempat api ini berada, tepatnya di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, air dari sumur tersebut berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Pada jaman Majapahit dahulu, tempat ini adalah lokasi pembuatan keris dan perangkat-perangkat penunjang kerajaan.

Kini, titik api di desa tersebut mulai bermunculan. Tidak hanya di satu lokasi saja, namun juga hingga muncul di beberapa pekarangan rumah warga Desa Tempuran. Apabila Anda berminat menuju tempat ini, aksesnya cukup mudah. Mengingat jaraknya yang hanya sekitar tiga kilometer dari Kota Mojokerto, kondisi jalannya pun cukup baik untuk dilalui dengan kendaraan bermotor.

Senin, 24 September 2012

Air Terjun Sendang Gile

Air Terjun Sendang Gile merupakan salah satu obyek wisata wajib saat Anda menapakkan kaki di Daerah Lombok. Dengan ketinggian sekitar 40 meter, Anda bisa merasakan langsung air segar nan bersih khas pegunungan.


Sangat cocok untuk Anda yang ingin menghilangkan penat maupun dan beralih dari rutinitas yang membosankan dengan menikmati jatuhnya air pegunungan ini. Aliran air terjun ini muncul dari atas tebing dan jatuh ke sungai yang ada di bawahnya. Tarif masuk yang dipatok tempat wisata ini pun tidak mahal. Hanya dengan Rp 5.ooo saja, sajian alam yang tak ternilai bisa Anda nikmati sepuasnya.

Air Terjun Sendang Gile berada di Desa Senaru, Kecamatan Bayan. Tepatnya di kaki Gunung Rinjani, jaraknya sekitar 60 kilometer dari Kota Mataram. Dikelilingi hutan lebat tipikal iklim tropis Indonesia dan menjadi rumah bagi ratusan ekor monyet yang menghuni kawasan ini.

Untuk menuju lokasi di mana Air Terjun Sendang Gile berada, terlebih dahulu Anda harus berjalan kaki menuruni sebuah lembah melalui ratusan anak tangga yang tersedia. Saat menuruni anak tangga tersebut, dibutuhkan waktu sekitar 10 sampai dengan 15 menit sebelum tiba di lokasi ini.

Selasa, 11 September 2012

Ini Ayer, Bukan Anyer..!!


Sekilas namanya memang mirip dengan nama pantai di Provinsi Banten tersebut, namun jelas berbeda dengan Pulau Ayer yang dimaksud. Satu hal yang serupa adalah keduanya memiliki pesona alam yang tersaji dengan indahnya.

Mulai dari jogging track sampai dengan jet ski, bisa Anda temukan di pulau ini. Jalur khusus untuk berkeliling di pulau ini disediakan sebagai pelengkap kenyamanan bagi para pengunjung. Kendati bernama jogging track, bagi Anda yang suka bersepeda juga diperkenankan untuk melalui jalur ini. Tentunya dengan kecepatan yang wajar. Harga sewa sepeda yang harus Anda bayar untuk berkeliling dengan menikmati pulau sebesar Rp 50.000 per hari.

Tak lengkap jika berkunjung ke sebuah pulau tanpa olahraga air. Ya, di Pulau Ayer ini terdapat fasilitas jet ski, banana boat, surf bike atau canoe. Anda dapat melihat lebih dekat Pulau Bidadari dan Pulau Untung Jawa yang berada dekat dengan Ayer.

Lalu bagaimana soal penginapannya? Jangan khawatir, Anda akan menemukan penginapan yang unik dan berbeda. Penginapan ini menjadi salah satu ciri khas di Pulau Ayer. Namanya floating cottage atau penginapan apung. Penginapan yang menjadi favorit pengunjung ini berada tepat tiga meter di atas air. 


Pemandangan sunset maupun sunrise bisa dengan mudah Anda dapatkan di sini. Tak hanya itu, kegiatan memancing juga menjadi satu hal yang menyenangkan dilakukan dari teras penginapan ini.

Selain itu, di Pulau Ayer ini juga terdapat bungalow yang pernah menjadi saksi sejarah Indonesia, yaitu Cendrawasih 4. Pasalnya, di tempat inilah Presiden Soekarno sering menginap bersama keluarganya atau dengan tamu-tamunya dari luar negeri. Di depan bungalow ini juga terdapat sebuah helipad. Bahkan konon, di tempat inilah, sang proklamator membuat surat perintah pembebasan Irian Barat dibuat. Wow!!



Senin, 27 Agustus 2012

Ma’nene, Ritual Ganti Pakaian Leluhur

Salah satu jenasah yang sudah diganti pakaiannya. (foto: merdeka.com)
Indonesia merupakan bangsa yang sangat kaya akan budaya dan tradisi. Tidak sedikit diantara budaya maupun tradisinya yang unik, ektrim dan bahkan berbau magis. Salah satu yang mungkin perpaduan dari ketiganya adalah Ma’nene di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Ma’nene merupakan ritual adat yang dilakukan masyarakat Baruppu di pedalaman Toraja Utara yaitu dengan mengganti pakaian yang ada pada jasad leluhur mereka setiap tiga tahun sekali. Prosesi ini diyakini oleh masyarakat sebagai rasa hormat mereka terhadap leluhur semasa hidupnya. Arwah leluhur ini dipercaya masih tetap ada untuk memberikan kebaikan kepada mereka yang ditinggalkan.

Jasad yang sebelumnya sudah diawetkan saat orang tersebut meninggal dunia, dikeluarkan dari petinya. Kemudian diganti dengan pakaian lengkap yang baru setelah sebelumnya dibersihkan dari debu terlebih dahulu dengan menggunakan kuas.
Ritual Ma'nene sudah berusia ratusan tahun. (foto: thejakartaglobe.com)
Ritual Ma’nene berawal sejak ratusan tahun yang lalu. Berdasarkan sejarah, kala itu terdapat seorang pemburu bernama Pong Rumasek yang menemukan sesosok jasad manusia yang menjadi tulang belulang dengan kondisi memprihatinkan. Kemudian Pong membawa jasad tersebut, membersihkannya, diberikan pakaian yang layak, dan selanjutnya mengebumikannya di tempat yang aman.

Tak lama kemudian Pong melanjutkan kegiatan berburunya dan mendapatkan berkah dengan mudahnya mendapatkan binatang buruannya. Tidak hanya itu, tanaman yang ia tinggalkan selama berburu pun panen lebih cepat dengan hasil yang melimpah.

Sejak kejadian itu, Pong Rumasek kerap bertemu dengan arwah dari jasad yang pernah dirawatnya dan akhirnya mengamanahkan kepada penduduk Baruppu tetap memuliakan jasad rang yang sudah meninggal. Meskipun sudah berupa tulang belulang.

Senin, 30 Juli 2012

Metatah, Potong Gigi untuk Menghilangkan Sifat Buruk

Prosesi Metatah pada seorang perempuan Bali (dok: IST)

Berbicara soal tradisi unik di Indonesia, nah ini,  ada salah satu upacara di Bali yang terbilang cukup unik namanya Upacara Metatah. Upacara ini merupakan salah satu ritual yang terpenting bagi setiap individu orang Bali yang menganut agama Hindu Bali. Pasalnya, upacara Metatah menandai satu babak hidup memasuki usia dewasa. 

Namanya juga upacara sebagai pertanda akil balig jadi dalam upacara ini hanya boleh diikuti oleh orang dewasa.  Para peserta  akan mendapatkan pahatan dan gosokan kikir di giginya. Dimana enam buah taring yang ada di deretan gigi atas dikikir atau ratakan. Enam buah taring tersebut merupakan perwujudan dari enam sifat buruk manusia yang harus dihilangkan. Upacara ini merupakan satu kewajiban, adat istiadat dan kebudayaan yang masih terus dilakukan oleh umat Hindu di Bali secara turun temurun sampai saat ini.

Keenam sifat buruk dalam diri manusia atau disebut juga sad ripu yang harus dibersihkan itu meliputi; Kama yang berarti hawa nafsu yang tidak terkendalikan, Loba, yaitu ketamakan, ingin selalu mendapatkan yang lebih. Ketiga adalah Krodha, yaitu marah yang melampaui batas dan tidak terkendalikan. Kemudian Mada, kemabukan yang membawa kegelapan pikiran. Kelima Moha, yakni kebingungan atau kurang mampu berkonsentrasi sehingga akibatnya individu tidak dapat menyelesaikan tugas dengan sempurna. Dan yang terakhir adalah Matsarya, yaitu iri hati ataupun dengki yang menyebabkan permusuhan.

Minggu, 22 Juli 2012

Makan "Ganjel Rel"



Roti Ganjel Rel


Tenang saja, Anda jangan berpikir kalau ini merupakan pengganjel (bantalan) rel sesungguhnya. Makanan ini sebenarnya hanyalah sebuah roti berwarna coklat dan diberi taburan wijen di atasnya. Lalu bagaimana dengan rasanya? Meski namanya lumayan ekstrim rasanya manis dan legit. Roti ini teksturnya ulet dan padat dipadu dengan aroma coklat dan kayu manis yang cukup berasa di lidah. Cocok sebagai pendamping minum teh atau kopi pada pagi maupun sore hari.

Makanan ini sangat populer dan khas dari Kota Semarang pada masa lalu ini, bentuknya juga serupa dengan roti gambang yang banyak kita temukan di Jakarta. Ukurannya yang cukup besar inilah yang menjadi alasan mengapa roti ini dinamakan demikian. Jika ditelisik dari sejarahnya, roti ini merupakan salah satu resep peninggalan Belanda. Resep yang digunakan dari dulu sampai sekarang tidak ada perubahan, masih asli dari jaman dulu.

Ganjel rel juga merupakan bagian tradisi warga Semarang saat memasuki bulan puasa sejak dulu. Di mana warga akan dibagikan roti ganjel dan air khataman Al-Quran sebagai tanda saat awal bulan Ramadan. Warga bahkan rela berdesakkan, karena dengan mendapatkan roti ganjel rel dan air khataman tersebut dipercaya mampu memperkuat diri ketika menjalankan ibadah puasa.



Bantalan (jenis kayu) Rel Kereta Api



Kamis, 14 Juni 2012

Soup of Brotherhood from Makassar


Nama jenis kuliner satu ini adalah Sop Saudara. Apa yang Anda pikirkan saat mendengar nama tersebut? Mungkinkah yang menciptakan makanan ini terinspirasi dari kisah anak dari Nabi Adam, Habil dan Kabil yang membunuh saudaranya sendiri? Atau yang menciptakan sop ini benar-benar menggunakan saudaranya untuk menjadi bahan dasar pembuatannya? 

Bukan itu jawabnya, dan bahkan lebih dari yang kita kira bayangkan. Sebenarnya, filosofi dari sop saudara ini cukup sederhana, namun sangat mulia. Menurut, H. Dollahi, orang yang pertama kali memperkenalkan sop saudara ini, bermaksud agar semua orang yang makan di warung sop saudara menjadi atau merasa bersaudara satu dengan lainnya, bahkan bersaudara juga dengan pemilik serta pelayan warung tersebut. 

Sop saudara plus bandeng bakar (foto:indonesiabox.com)
Sop saudara merupakan satu dari sekian banyak masakan khas Kota Makassar, yang berupa sop berkuah dengan bahan dasar seperti daging sapi atau kerbau. Dikombinasikan dan dimasak dengan aneka bumbu, sebelum disajikan dengan nasi putih atau ketupat. Ada pula yang juga menyantapnya dengan ikan bakar serta perkedel sebagai pelengkap. 


Sop Saudara (foto:berita-makassar.blogspot.com)

Di Makassar, siapa yang tidak tahu keberadaan sop ini? Selain Coto Makassar, sop saudara juga sangat terkenal di kota ini. Bahkan, dengan adanya sop saudara ini, maka terbentuklah sebuah organisasi yang berkecimpung dengan permasalahan sop saudara. Organisasi ini tak lain dan tak bukan adalah Asosiasi Pengusaha Sop Saudara atau yang biasa disebut APSOS. 

Selasa, 12 Juni 2012

Kampoeng Wisata Taman Lele


Di Kota Semarang, Jawa Tengah terdapat sebuah tempat wisata yang bernama Kampoeng Wisata Taman Lele. Jika dilihat dari namanya, mungkin kita akan mengira bahwa hanya taman biasa dengan kolam berisi ikan lele saja di tempat ini. Secara historis, kampoeng wisata yang ditemukan sejak tahun 1932 ini sudah menjadi daya tarik masyarakat karena memiliki ikan lele yang jumlahnya mencapai ribuan. Selain itu, ditemukannya mata air yang dianggap keramat oleh sebagian masyarakat Semarang membuat taman lele banyak dikunjungi. Hingga kini, masih terdapat pengunjung  yang berendam di mata air tersebut lantaran dianggap memiliki tuah. 

Meskipun namanya “kampoeng”, namun jangan salah, taman yang berada di Jalan Walisongo ini, memiliki fasilitas yang terbilang lengkap untuk kategori wisata keluarga. Berdiri di atas lahan seluas 22.173 meter², Anda bisa menikmati kebun binatang mini, taman bermain anak, danau buatan, kolam renang, hotel tempat menginap, serta akses wi-fi. 
sumber foto:www.pamboedifiles.blogspot.com 
Di depan lokasi obyek wisata ini, Anda akan disambut dengan sebuah gapura bertuliskan “Kampoeng Wisata” dan juga barisan pohon besar. Setelah masuk, Anda dan keluarga bisa langsung menikmati fasilitas dan keindahan yang ada atau hanya sekadar duduk-duduk santai.

Fasilitas Kampoeng Wisata Taman Lele
Seperti yang sudah disebutkan, Kampoeng Wisata Taman Lele memiliki fasilitas wisata yang cukup lengkap. Saking lengkapnya, “kampoeng” ini juga memiliki fasilitas kebun binatang. Kendati tidak sebesar dan selengkap kebun binatang pada umumnya, keberadaannya memberikan nilai tersendiri di tempat wisata ini.

Rabu, 06 Juni 2012

Air Terjun Moramo

Nyatakan Cinta di Tempat Permandian Bidadari  

Para pengunjung sedang asyik bermain air di air terjun Moramo, yang dipercaya sebagai permandian bidadari. (foto: beritakendari.com)

Suara gemericik air yang jatuh dari atas, ditambah dengan dinginnya air pegunungan, dan pemandangan indah alam serta fauna yang ada sekitarnya, wajar jika air terjun Moramo konon menjadi permandian para bidadari. Terlebih lagi, saat cahaya matahari memantul pada bebatuan marmer yang ada di sekelilingnya, menciptakan sinar pelangi yang sangat nikmat dipandang mata.
Entah masih terkait dengan cerita kehadiran bidadari atau tidak, banyak juga yang percaya bahwa tempat ini adalah lokasi yang sangat cocok untuk menyatakan cinta kepada calon pasangan.
Air terjun yang berada di Kawasan Suaka Alam dan Margasatawa Tanjung Peropa, Kabupaten Kowane Selatan, Sulawesi Tenggara ini juga merupakan salah satu daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia, dan bahkan di dunia. Kandungan marmer di daerah tersebut secara keseluruhan berkisar 860 milyar meter³.
Air terjun ini berbentuk kucuran air dari ketinggian sekitar 100 meter dengan air meluncur deras pada batu granit besar sekitar 10 tingkat. Ketinggian setiap susun air terjun berkisar antara 0,5 sampai tiga meter. Susunan ini terbentuk secara alami selama ribuan tahun lalu.
Untuk bisa mencapai lokasi, Anda dapat memulai perjalanan dari Bandara Walter Monginsidi, Kendari, Sulawesi Tenggara menuju Tanjung Peropa. Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju air terjun dengan berjalan kaki sekitar dua kilometer. Cukup melelahkan memang. Kendati demikian, perjalanan yang penuh perjuangan tersebut setimpal dengan pesona alam yang disajikan oleh air terjun ini.

Selasa, 05 Juni 2012

Ambalat, The Brown Sand Beach

Pantai Ambalat dengan pasirnya yang berwarna cokelat bersih. (foto: sambojaku.blogspot.com)
Nama pantai yang ditumbuhi pohon pinus dan kelapa ini berasal dari nama kelurahan setempat yaitu  Amborawang Laut yang disingkat dengan nama Ambalat.








Mendengar kata Ambalat, mungkin kita akan langsung berpikir tentang perselisihan antara pemerintah Indonesia dan Malaysia beberapa waktu lalu. Ya, keduanya sempat bersitegang terkait batas wilayah blok Ambalat yang notabene penghasil minyak tersebut. Namun, bukan blok Ambalat yang akan kita bicarakan di sini. Melainkan pantai yang juga memiliki nama yang sama yaitu Pantai Ambalat.  

(foto: sambojaku.blogspot.com)
Pantai Ambalat berada di perbatasan antara Kota Balikpapan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dari Kota Balikpapan jaraknya sekitar 20 km. Tidak seperti blok Ambalat yang ramai dan jadi perdebatan (bahkan hingga dunia internasional), Pantai Ambalat adalah pantai yang sepi dan cukup tenang. Lokasinya yang jauh dari jalan raya dan belum ada layanan angkutan umum, menjadi keunikan tersendiri dari pantai ini. Kendati demikian, jalan menuju lokasi cukup bagus dan dapat dilalui kendaraan, bahkan roda empat sekalipun. Sebelum masuk ke lokasi pantai, Anda akan disambut sebuah gapura yang bertulikan “Tempat Wisata Pantai Ambalat”. 


(foto: sambojaku.blogspot.com)
Salah satu keunikan lainnya dari Pantai Ambalat adalah pasir pantainya yang berwarna cokelat. Tapi tunggu dulu. Jangan membayangkan pantai ini kotor karena pasirnya yang berwarna cokelat, sebab pasir pantai di sini cukup bersih. Begitu juga dengan air lautnya. Anda akan jarang menemui kerikil-kerikil tajam di bibir pantainya, sehingga pantai ini merupakan tempat yang cocok untuk berenang. Bahkan, Anda pun bisa bermain banana boat yang disewakan oleh pengelola.


Selain itu, di sisi lain pantai ini juga terdapat pohon bakau, dan apabila Anda bergeser sedikit ke tengah pulau, Anda akan menemukan pohon pinus dengan pasir yang berwarna cokelat tua. 
(foto: sambojaku.blogspot.com)

Rabu, 30 Mei 2012

Marosi, Alternatif Surfing di Indonesia

Gulungan ombak di Pantai Marosi, seakan menggoda para penggila surfing untuk menaklukkannya. (magicseaweed.com)

Pantai di Bali, Lombok, Mentawai, Nias, atau Banyuwangi mungkin sudah biasa dan ramai dikunjungi wisatawan asing maupun lokal untuk berselancar (surfing). Namun, salah satu pantai di daerah Indonesia bagian timur ini juga memiliki spot yang tak kalah menarik dengan beberapa pantai yang disebutkan sebelumnya.

Pantai Marosi, lokasinya berada di Sumba Barat. Sebuah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Suasananya yang belum ramai menjadi lokasi alternatif bagi pecinta surfing. Ombak air laut Pantai Marosi terkadang mencapai ketinggian dua hingga tiga meter. Hmmm, cukup ideal untuk ditaklukkan bersama dengan papan selancar Anda. Apalagi, untuk masuk ke pantai ini Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis, sehingga Anda bisa sepuasnya berada di sini.
Sisi lain Pantai Marosi yang hening dan masih terbilang sepi. (foto: weltrekordreise.ch)

Selain itu, tidak seperti pantai-pantai lain di Indonesia, pantai ini bersih dari pedagang yang biasanya ramai menjajakan dagangannya. Anda bisa dengan tenang menikmati deburan ombak yang memecah bibir pantai dan ditemani angin yang berhembus. Hanya itu. Tak ada yang lain di sepanjang Pantai Marosi.

Tapi tunggu dulu, setelah berselancar menaklukkan ombak atau sekadar menikmati keheningan suasana pantai ini, ada "pertunjukan" menarik saat sang matahari tenggelam. Pemandangan "golden beach" ala Marosi akan menghipnotis Anda untuk menikmati senja di pantai ini. Cahaya merah matahari senja membias di permukaan laut, membuat air laut serta pantai berubah menjadi merah keemasan.  Penasaran?
Suasana pantai saat sunset, "golden beach" ala Marosi. (foto: faisal karim/ACI)