Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 12 Juni 2012

Kampoeng Wisata Taman Lele


Di Kota Semarang, Jawa Tengah terdapat sebuah tempat wisata yang bernama Kampoeng Wisata Taman Lele. Jika dilihat dari namanya, mungkin kita akan mengira bahwa hanya taman biasa dengan kolam berisi ikan lele saja di tempat ini. Secara historis, kampoeng wisata yang ditemukan sejak tahun 1932 ini sudah menjadi daya tarik masyarakat karena memiliki ikan lele yang jumlahnya mencapai ribuan. Selain itu, ditemukannya mata air yang dianggap keramat oleh sebagian masyarakat Semarang membuat taman lele banyak dikunjungi. Hingga kini, masih terdapat pengunjung  yang berendam di mata air tersebut lantaran dianggap memiliki tuah. 

Meskipun namanya “kampoeng”, namun jangan salah, taman yang berada di Jalan Walisongo ini, memiliki fasilitas yang terbilang lengkap untuk kategori wisata keluarga. Berdiri di atas lahan seluas 22.173 meter², Anda bisa menikmati kebun binatang mini, taman bermain anak, danau buatan, kolam renang, hotel tempat menginap, serta akses wi-fi. 
sumber foto:www.pamboedifiles.blogspot.com 
Di depan lokasi obyek wisata ini, Anda akan disambut dengan sebuah gapura bertuliskan “Kampoeng Wisata” dan juga barisan pohon besar. Setelah masuk, Anda dan keluarga bisa langsung menikmati fasilitas dan keindahan yang ada atau hanya sekadar duduk-duduk santai.

Fasilitas Kampoeng Wisata Taman Lele
Seperti yang sudah disebutkan, Kampoeng Wisata Taman Lele memiliki fasilitas wisata yang cukup lengkap. Saking lengkapnya, “kampoeng” ini juga memiliki fasilitas kebun binatang. Kendati tidak sebesar dan selengkap kebun binatang pada umumnya, keberadaannya memberikan nilai tersendiri di tempat wisata ini.

Rabu, 06 Juni 2012

Air Terjun Moramo

Nyatakan Cinta di Tempat Permandian Bidadari  

Para pengunjung sedang asyik bermain air di air terjun Moramo, yang dipercaya sebagai permandian bidadari. (foto: beritakendari.com)

Suara gemericik air yang jatuh dari atas, ditambah dengan dinginnya air pegunungan, dan pemandangan indah alam serta fauna yang ada sekitarnya, wajar jika air terjun Moramo konon menjadi permandian para bidadari. Terlebih lagi, saat cahaya matahari memantul pada bebatuan marmer yang ada di sekelilingnya, menciptakan sinar pelangi yang sangat nikmat dipandang mata.
Entah masih terkait dengan cerita kehadiran bidadari atau tidak, banyak juga yang percaya bahwa tempat ini adalah lokasi yang sangat cocok untuk menyatakan cinta kepada calon pasangan.
Air terjun yang berada di Kawasan Suaka Alam dan Margasatawa Tanjung Peropa, Kabupaten Kowane Selatan, Sulawesi Tenggara ini juga merupakan salah satu daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia, dan bahkan di dunia. Kandungan marmer di daerah tersebut secara keseluruhan berkisar 860 milyar meter³.
Air terjun ini berbentuk kucuran air dari ketinggian sekitar 100 meter dengan air meluncur deras pada batu granit besar sekitar 10 tingkat. Ketinggian setiap susun air terjun berkisar antara 0,5 sampai tiga meter. Susunan ini terbentuk secara alami selama ribuan tahun lalu.
Untuk bisa mencapai lokasi, Anda dapat memulai perjalanan dari Bandara Walter Monginsidi, Kendari, Sulawesi Tenggara menuju Tanjung Peropa. Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju air terjun dengan berjalan kaki sekitar dua kilometer. Cukup melelahkan memang. Kendati demikian, perjalanan yang penuh perjuangan tersebut setimpal dengan pesona alam yang disajikan oleh air terjun ini.

Selasa, 05 Juni 2012

Ambalat, The Brown Sand Beach

Pantai Ambalat dengan pasirnya yang berwarna cokelat bersih. (foto: sambojaku.blogspot.com)
Nama pantai yang ditumbuhi pohon pinus dan kelapa ini berasal dari nama kelurahan setempat yaitu  Amborawang Laut yang disingkat dengan nama Ambalat.








Mendengar kata Ambalat, mungkin kita akan langsung berpikir tentang perselisihan antara pemerintah Indonesia dan Malaysia beberapa waktu lalu. Ya, keduanya sempat bersitegang terkait batas wilayah blok Ambalat yang notabene penghasil minyak tersebut. Namun, bukan blok Ambalat yang akan kita bicarakan di sini. Melainkan pantai yang juga memiliki nama yang sama yaitu Pantai Ambalat.  

(foto: sambojaku.blogspot.com)
Pantai Ambalat berada di perbatasan antara Kota Balikpapan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dari Kota Balikpapan jaraknya sekitar 20 km. Tidak seperti blok Ambalat yang ramai dan jadi perdebatan (bahkan hingga dunia internasional), Pantai Ambalat adalah pantai yang sepi dan cukup tenang. Lokasinya yang jauh dari jalan raya dan belum ada layanan angkutan umum, menjadi keunikan tersendiri dari pantai ini. Kendati demikian, jalan menuju lokasi cukup bagus dan dapat dilalui kendaraan, bahkan roda empat sekalipun. Sebelum masuk ke lokasi pantai, Anda akan disambut sebuah gapura yang bertulikan “Tempat Wisata Pantai Ambalat”. 


(foto: sambojaku.blogspot.com)
Salah satu keunikan lainnya dari Pantai Ambalat adalah pasir pantainya yang berwarna cokelat. Tapi tunggu dulu. Jangan membayangkan pantai ini kotor karena pasirnya yang berwarna cokelat, sebab pasir pantai di sini cukup bersih. Begitu juga dengan air lautnya. Anda akan jarang menemui kerikil-kerikil tajam di bibir pantainya, sehingga pantai ini merupakan tempat yang cocok untuk berenang. Bahkan, Anda pun bisa bermain banana boat yang disewakan oleh pengelola.


Selain itu, di sisi lain pantai ini juga terdapat pohon bakau, dan apabila Anda bergeser sedikit ke tengah pulau, Anda akan menemukan pohon pinus dengan pasir yang berwarna cokelat tua. 
(foto: sambojaku.blogspot.com)

Rabu, 30 Mei 2012

Marosi, Alternatif Surfing di Indonesia

Gulungan ombak di Pantai Marosi, seakan menggoda para penggila surfing untuk menaklukkannya. (magicseaweed.com)

Pantai di Bali, Lombok, Mentawai, Nias, atau Banyuwangi mungkin sudah biasa dan ramai dikunjungi wisatawan asing maupun lokal untuk berselancar (surfing). Namun, salah satu pantai di daerah Indonesia bagian timur ini juga memiliki spot yang tak kalah menarik dengan beberapa pantai yang disebutkan sebelumnya.

Pantai Marosi, lokasinya berada di Sumba Barat. Sebuah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Suasananya yang belum ramai menjadi lokasi alternatif bagi pecinta surfing. Ombak air laut Pantai Marosi terkadang mencapai ketinggian dua hingga tiga meter. Hmmm, cukup ideal untuk ditaklukkan bersama dengan papan selancar Anda. Apalagi, untuk masuk ke pantai ini Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis, sehingga Anda bisa sepuasnya berada di sini.
Sisi lain Pantai Marosi yang hening dan masih terbilang sepi. (foto: weltrekordreise.ch)

Selain itu, tidak seperti pantai-pantai lain di Indonesia, pantai ini bersih dari pedagang yang biasanya ramai menjajakan dagangannya. Anda bisa dengan tenang menikmati deburan ombak yang memecah bibir pantai dan ditemani angin yang berhembus. Hanya itu. Tak ada yang lain di sepanjang Pantai Marosi.

Tapi tunggu dulu, setelah berselancar menaklukkan ombak atau sekadar menikmati keheningan suasana pantai ini, ada "pertunjukan" menarik saat sang matahari tenggelam. Pemandangan "golden beach" ala Marosi akan menghipnotis Anda untuk menikmati senja di pantai ini. Cahaya merah matahari senja membias di permukaan laut, membuat air laut serta pantai berubah menjadi merah keemasan.  Penasaran?
Suasana pantai saat sunset, "golden beach" ala Marosi. (foto: faisal karim/ACI)


Rabu, 09 Mei 2012

Pulau Cubadak

Melepas Penat di Pulau Paling Senyap dan Bersih
"Cubadak cukup istimewa karena dinding resortnya terbuat dari anyaman bambu. Tamu yang datang juga dibatasi dan rata-rata orang asing."

Pulau yang satu ini mungkin berbeda dengan pulau-pulau lain di Indonesia. Terletak di Sumatera Barat, tepatnya di Kawasan Cubadak. Namanya Pulau Cubadak. Luas wilayahnya sekitar 5749 km persegi, dengan panjang pantai mencapai 218 km.  
Pulau ini memiliki hutan lebat yang masih "perawan" dan di dalamnya juga terdapat satwa liar seperti monyet, babi hutan, biawak, rusa, serta beragam jenis burung yang tak terhitung jumlahnya. Pulau Cuabadak bisa dibilang pulau tak berpenghuni. Pasalnya, hanya terdapat beberapa rumah persinggahan nelayan setelah berlayar mencari ikan di laut. 
Kondisi alam yang tenang dan udara bersih, pemandangan laut diiringi semilir angin pantai, dan rimbunnya pohon kelapa bisa Anda dapatkan di sini. Plus, nikmatnya melepas penat dengan segarnya buah kelapa muda dari pulau ini. 

Suasana Pantai Cubadak yang sangat tenang dan bersih. (foto: hermann-meier.de)

Anda akan merasakan ketenangan yang berkualitas. Bahkan, sebuah media cetak di Jerman, Bild de Rau, pernah mengklaim Pulau Cubadak sebagai pulau tersenyap di dunia. Untuk menjaga kualitas ketenangan para pengunjung, Pulau Cubadak tidak menyediakan fasilitas jet ski. Sebab, dikhawatirkan suara mesinnya akan merusak ketenangan tempat ini. 
Namun, wisata air lainnya seperti snorkling, wajib Anda lakukan di pantai ini. Pasalnya, keindahan bawah laut di tempat ini tidak kalah mengagumkan dengan tempat lain di Indonesia. 
Penginapan yang berbentuk resort di tempat ini, dikelola seorang warga negara asing berkebangsaan Italia, bernama Nanni sejak beberapa tahun lalu. Beberapa hal yang membuat Cubadak istimewa antara lain resortnya yang bernuansa tradisional dengan dindingnya yang terbuat dari anyaman bambu. Tamu yang datang juga dibatasi dan rata-rata adalah orang asing. Beberapa wisatawan asing pun menjuluki pulau ini "The Paradise of South". 
Pengelola tempat ini sangat ketat memberlakukan peraturan, terutama masalah sampah. Jadi jangan heran kalau di tempat ini sangat bersih dan hampir tidak ditemukan sampah di sepanjang pantai. 
Untuk menuju Cubadak, terlebih dahulu Anda bisa menuju Pantai Carocok di daerah Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. Setelah itu melanjutkan perjalanan sekitar 20 menit menggunakan speed boat menuju Pulau Cubadak.